Kejari pastikan Kasus Dugaan Korupsi di KPU Sumenep Terus Berjalan - LensaJurnalis.com | Sumber Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Senin, 25 Agustus 2025

Kejari pastikan Kasus Dugaan Korupsi di KPU Sumenep Terus Berjalan

 

Foto :Kantor Kejari Sumenep ( Lensajurnalis.com/ M.ZAini)

Sumenep, lensajurnalis.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada saat ini terus mendalami kasus dugaan korupsi yang di lakukan oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur atas pengadaan logistik pada Pemilu tahun 2024 silam. 


Dalam kasus tersebut, pihak Kejari telah melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan maupun kantor dan Gudang KPU Sumenep beberapa hari yang lalu.


"Penggeladahan dilakukan atas dasar laporan pada tahun 2024, dengan adanya penyalahgunaan anggaran Pemilu di KPU Sumenep sebesar Rp 1,2 Miliar," Kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sumenep, Moch. Indra Subrata, Senin (25/8/2025).


Menurut indra, laporan sebenarnya sudah lama masuk, kalau tidak salah di bulan Juni 2024. Namun baru tahun 2025 ini melakukan penyidikan dikarenakan bersamaan dengan persoalan BSPS.


“Kita sudah lakukan penyelidikan pada akhir tahun 2024 silam, namun karena saat akan dilakukan penyidikan, bersamaan ada kasus BSPS, yang saat ini kasus tersebut menjadi ranahnya Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” papar indra.


Dengan kasus ini, lanjut Indar, pihak Kejari telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk diantaranya para pekerja yang melakukan pelipatan surat suara pada Pemilu 2024 kemarin. Namun pihak Kejari belum membeberkan nama-nama yang sudah dilakukan pemeriksaan.


“Kalau sudah jelas semuanya pasti akan sampaikan. Untuk saat ini masih menghitung kerugian yang ditimbulkan dalam kasus ini, sebelum ditetapkannya tersangka” jelasnya.


Ia akan terus berusaha mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan yang di lakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep.


“Yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi di KPU ini, akan diperlakukan dengan seadil adilnya. Untuk saat ini kami belum bisa membuat prediksi siapa saja yang terlibat, dan biar bukti nanti yang berbicara,” pungkasnya. (ZN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad