Pemkab dan DPRD Lampung Barat Matangkan RAPBD 2027: Fokuskan Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi Pertanian - LensaJurnalis.com | Sumber Informasi Terkini

Breaking

Iklan HUT DPRD Lambar

 


Post Top Ad

Senin, 02 November 2026

Pemkab dan DPRD Lampung Barat Matangkan RAPBD 2027: Fokuskan Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi Pertanian


LAMPUNG BARAT,LENSAJURNALIS.COM
— Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama DPRD setempat tengah memproses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Penyusunan anggaran ini telah diselaraskan secara strategis dengan dokumen RPJMD Kabupaten Lampung Barat Tahun 2025–2029, RKPD Tahun 2027, KUA, serta PPAS Tahun Anggaran 2027.  

​Langkah penyusunan ini didasari oleh tren indikator makro daerah yang menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat dari 4,36 persen pada tahun 2024 menjadi 5,45 persen pada tahun 2025. Di sisi lain, persentase penduduk miskin berhasil ditekan turun dari 10,68 persen menjadi 9,93 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan dari 72,41 menjadi 73,14.  


​Kendati demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang ada, seperti keterbatasan kemandirian fiskal, fluktuasi harga komoditas unggulan, kebutuhan infrastruktur, peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan, hingga penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, RAPBD 2027 dirancang secara realistis, terarah, dan berkelanjutan.  


​Enam Prioritas Utama Pembangunan 2027

​Tema pembangunan Kabupaten Lampung Barat Tahun 2027 difokuskan pada "Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Daerah Menuju Lampung Barat yang Berdaya Saing dan Sejahtera."  


​Tema tersebut dijabarkan ke dalam enam prioritas pembangunan daerah, meliputi:

​

Peningkatan kualitas dan daya saing SDM melalui sektor pendidikan, kesehatan, kompetensi tenaga kerja, produktivitas, serta pemerataan pelayanan dasar.  

​

Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan stabilitas sosial budaya melalui reformasi birokrasi, digitalisasi, serta pengawasan yang akuntabel dan responsif.  

​

Transformasi ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, peningkatan mutu pertanian-perkebunan, pengembangan UMKM, perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.  

​

Pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung hilirisasi, konektivitas, distribusi hasil produksi, pelayanan dasar, serta mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Penanganan jalan rusak akan diprioritaskan berdasarkan urgensi, manfaat, dan kemampuan keuangan.  

​

Penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan melalui inovasi daerah, ekonomi kreatif, digitalisasi usaha, dan pengembangan produk unggulan.  

​

Penguatan ketahanan pangan dan ekonomi perdesaan melalui peningkatan produksi pangan, penguatan koperasi dan BUMDes, distribusi pangan, serta pemberdayaan masyarakat pekon.  

​

Kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027

​

Dalam Nota Keuangan dan Rancangan APBD Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2027, kerangka anggaran daerah direncanakan sebagai berikut:

​

Pendapatan Daerah: Direncanakan sebesar 918,49 Miliar rupiah lebih, yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 95,63 Miliar rupiah lebih dan Pendapatan Transfer sebesar 822,86 Miliar rupiah lebih.  

​

Belanja Daerah: Direncanakan sebesar 937,74 Miliar rupiah lebih, dengan rincian Belanja Operasi (750,46 miliar rupiah lebih), Belanja Modal (81,28 Miliar rupiah lebih), Belanja Tidak Terduga (Rp3,28 Miliar rupiah lebih), dan Belanja Transfer (102,72 Miliar rupiah lebih).  

​

Defisit Anggaran: Terdapat defisit anggaran sebesar 19,25 Miliar rupiah.  

​Pembiayaan: Penerimaan Pembiayaan direncanakan sebesar 21 Miliar rupiah dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar 1,75 Milyar rupiah, sehingga diperoleh Pembiayaan Neto sebesar 19,25 Miliar rupiah yang digunakan untuk menutup defisit anggaran tersebut.  

​

Struktur anggaran ini menunjukkan bahwa dana transfer masih menjadi sumber pendanaan utama, sehingga peningkatan kemandirian fiskal dan optimalisasi pajak serta retribusi daerah melalui digitalisasi dan pemutakhiran data terus menjadi fokus perhatian.  

​

Pemerintah daerah bersama DPRD diharapkan dapat mengawal pembahasan finalisasi RAPBD 2027 ini secara cermat, transparan, dan akuntabel, sehingga setiap alokasi anggaran benar-benar berorientasi pada hasil nyata serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung Barat.(Adv)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad